Pembangunan
Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet, terus meningkatkan pembangunan Bumi Sikerei dari berbagai sektor. Di antaranya, bandar udara (Bandara) ROkot di Sipora Selatan menjadi target utama untuk dijadikan pintu gerbang dalam meningkatkan pelayanan dibidang pariwisata.
Dijelaskannya, saat ini Pemerintah Daerah Mentawai sudah melakukan pembangunan jalan darat yang menghubungkan antara kecamatan Sipora Utara dan Sipora Selatan. Namun pengerjaan jalan tersebut masih dalam pengerasan. Ditargetkan, tahun 2012 ini jalan trans Mentawai tersebut sudah mulus, sehingga antara Sipora Utara dan Sepora Selatan tidak terputus lagi.
"Sekarang antara Sipora Utara dengan Sipora Selatan sudah bisa lewat darat meskipun jalannya masih dalam pengerasan. Tapi tahun ini jalan trans Mentawai sudah mulus," janji Yudas kepada reporter Sasaraina.info ketika meninjau Bandara Rokot.
Saat ini, landasan pacu Bandara Rokot sudah terbentang 800 meter, tapi masih ada peluang ke depannya diperpanjang 1400 meter. Namun masih ada beberapa pembangunan perlu dilengkapi dan diruba untuk memaksimalkan pelayanan di Bandara Rokot.
"Kita akan bangun talud untuk pantai, sehingga dalam jangka 20 tahun kemudian Bandara Rokot masih layak dipakai. Kemudian ruang tunggu yang berada di tepi pantai akan di pindahkan di seberang landasan pacu penerbangan. Sebab tidak efektif jika penumpang menuju ruang tunggu harus melewati jalur landasan pacu penerbangan. Di samping itu juga akan ditambah satu lagi tempat parkir pesawat," jelas Yudas disampingi Kepala DKP, Edi Sukarni dan Kabag Humas, Dahruzal.
Menurut Yudas, selama ini setiap daerah saling gencar mengembangkan pariwisata. Dan semua daerah masih banyak mengembangkan pariwisata berkiblat dengan Bali. Termasuk bertekad untuk merebut pasar wisatawan dari Bali.
"Kita tidak akan merebut pasar uang dari wisatawan yang ada di Bali. Tapi kita akan rebut pasar uang wisatawan dari Riau dan Singapore. Sebab keduanya ini punya uang banyak. Makanya pembangunan Bandara Rokot ini kita utamakan untuk dijadikan pintu gerbang dollar," kata Yudas sambil tertawa optimis.
Direncanakan, jika setiap Minggu pesawat sudah aktif, maka Pemda Mentawai akan buka jalur untuk Riau dan Singapore. Tujuannya untuk melayani para wisatawan datang ke Mentawai dengan maksimal dan tanpa melelahkan.
"Kalau penerbangan kita sudah aktif setiap Minggu, maka orang Riau dan Singapore hari Jumat sore bisa datang dan pulang Minggu sore. Tentu kedatangan mereka membawa dollar yang banyak dan akan mengalir ke Mentawai," ujarnya.
Untuk meningkatkan pelayanan penerbangan tersebut, Pemda Mentawai akan kembali melobi beberapa pesawat yang pernah melayani penerbangan tujuan Mentawa ke Padang. Sebab warga sendiri sangat antusias untuk naik pesawat.
"Di antara pesawat yang pernah melayani itu Smac, NBA dan Susi Air. Tapi sekarang yang aktif hanya Susi Air degan pelayanan penerbangan seminggu dua kali. Tapi kita akan kembali lobi semua pesawat tersebut untuk kembali melayani penerbangan sementara tujuan Mentawai ke Padang," ujarnya.
Ditegaskannya, sebagai bukti antusias warga Mentawai naik pesawat, untuk membeli tiket harus dipesan seminggu sebelum pesawat. "Jadi tidak bisa beli tiket pada saat mau berangkat. Ini sudah merupakan bukti nyata tingginya minat warga Mentawai naik pesawat.
Berdasarkan hasil penilitian dari LIPI, untuk tingkat kelembaban dan ruang hampa di Mentawai tidak mengganggu penerbangan. Begitu juga dengan badai dan kecepatan laju angin masih di atas rata-rata normal.
"Penelitian dari LIPI sudah membuktikan, bahwa untuk tingkat kelembaban dan kecepatan angin dipermukaan laut masih di atas rata-rata norma. Hal terpenting kita tidak ada ruang hampa, sehingga penerbangan tidak terganggu," jelasnya.










































